Pemilu Legislatif, 11 Titik Panas Muncul Lagi

9 April 2014 masyarakat Indonesia disibukkan dengan pemilihan wakil rakyat. Sedang asyik menyimak perkembangan peroleh suara masing-masing partai, satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat merekam keberadaan 11 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatera pada Rabu (9/4), ketika Pemilihan Umum Legislatif tengah berlangsung rerentak. 

Sementara itu data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau yang diterima Antara lewat pesan elektronik menyatakan, dari belasan titik panas tersebut, dua diantaranya berada di Riau. Satu "hotspot" berada di Desa Kain Utara, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, dan satu lagi berada di Desa Tenggayun, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Sementara menurut pantauan Satelit Terra dan Aqua (Modis), di Sumatera sejak Selasa (8/4) terekam ada sebanyak tujuh titik panas, dan hanya satu di Riau tepatnya di Desa Rambaian, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir. Kepala BPBD Riau, Said Saqlul Amri mengatakan, sejauh ini upaya pengendalian kebakaran lahan dan hutan masih terus dilakukan dengan tahap pemulihan dari sebelumnya berstatus darurat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprakirakan sebagian wilayah di Provinsi Riau akan dilanda hujan ringan pada malam hari ini. 

"Pada umumnya, hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau cerah hingga berawan. Khususnya pagi hingga siang," kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Bibin Suyanto. Diprakirakan, demikian Bibin, hujan dengan intensitas ringan baru akan terjadi pada malam hari, khususnya untuk Riau bagian Timur, Selatan dan Riau bagian Barat. 

"Seperti Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar, Rokan Hulu, dan Pekanbaru serta Bengkalis dan sejumlah daerah lainnya," kata dia. Pasca berkurangnya intensitas kabut asap, Riau berstatus transisi kabut asap. Hanya saja, status tersebut berlaku singkat sampai 18 April mendatang. Dengan adanya status tersebut, posko penanganan Karhutla dipindahkan dari Lanud Roesmin Norjadin ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Privinsi Riau. Kendati demikian, instansi teknis tersebut tetap mengklaim melakukan antisipasi penanganan Karhutla secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Said Saqlul Amri, Selasa (8/4) di Pekanbaru.

 Dia menilai, langkah antisipasi sudah tetap dapat dilakukan dengan melibatkan kabupaten/kota se-Riau.