2 Mahasiswa Afrika Ciptakan Produk Sabun Anti Nyamuk Malaria

Driau.com – Dua mahasiswa asal Afrika menciptakan materi dari bahan kreatif yang dapat mencegah malaria. Mereka membuat sabun batangan anti-nyamuk malaria.

Moctar Dembele, mahasiswa asal Burkina Faso, dan Gerard Niyondiko dari Burundi, keduanya meramu bahan-bahan herbal menjadi sabun batangan serupa sabun badan. Ajaibnya sabun yang diberi nama Fasoap tersebut terbukti jadi penemuan dalam pengobatan penyakit malaria.

Alhasil, mereka berhasil memenangkan hadiah sebesar US$25 ribu atau sebesar Rp250 juta dalam ajang kompetisi Global Social Venture (GSVC), di bulan April lalu. Demikian dilansir CNN Selasa (16/7).

Dalam Keterangan Persnya, Kamis, (18/7) Niyondiko menyatakan, Fasoap yang mereka hasilkan terbuat dari garam laut, minyak sereh dan beberapa bahan lain yang masih dirahasiakan.

“Setelah menggunakan sabun ini, kalangan pengguna akan merasakan aromanya dapat mengusir nyamuk,” kata Niyondiko sambil yakin temuannya ini akan membantu mengatasi semua masalah wabah malaria di sejumlah negara Afrika.

Afrika merupakan negara miskin dengan masalah sanitasi yang buruk. Nah, bekas limbah sabun Fasoap masih mengandung zat alami yang dapat mencegah perkembangan jentik nyamuk malaria.

“Kami pikir, produk sabun ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sabun kami akan memenuhi keinginan penduduk untuk menjadi bersih, serta melindungi mereka dari malaria, tanpa biaya tambahan apapun kepada mereka,” tutup Niyondiko.


Kompetisi GSVC  diselenggarakan oleh Universitas Berkeley, Amerika Serikat, sebagai kompetisi global yang dirancang untuk membantu pengusaha muda mengubah ide-ide mereka menjadi bisnis dan memiliki dampak sosial lagi menguntungkan. (CNN)